Pendidikan Salah Satu Kunci Dimensi Pembangunan Manusia


Tiga dimensi pembangunan jangka menengah pada pemerintahan saat ini adalah dimensi pembangunan manusia, dimensi pembangunan sektor unggulan dan dimensi pembangunan pemerataan dan kewilayahan. Dimensi pembangunan manusia adalah kunci dari dimensi-dimensi pembangunan lainnya dan pendidikan merupakan salah satu dimensi pembangunan manusia tersebut.

“Pembangunan manusia adalah kunci. Apabila program-program yang ada tidak dibarengi dengan pembangunan manusia yang baik pasti akan ada kendala di lapangan,” kata Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), pada sambutannya di acara Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 di Hotel Bidakara, Jakarta (18/12).

Jokowi mengimbau gubernur, walikota dan bupati agar melakukan perbaikan-perbaikan terkait dimensi pembangunan manusia dalam hal mengubah pola pikir, melakukan revolusi karakter dan melakukan serangan nilai-nilai di birokrasi dan atau masyarakat yang pola pikirnya masih lambat. ”Perlu dibangun sistem agar birokrasi dan atau masyarakat berubah menjadi lebih cepat dalam pelayanannya,” ujar mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

Jokowi menambahkan, kepatuhan pada hukum harus mulai dilakukan secara tegas. “Kami menyampaikan kepada POLRI, Kejaksaan Agung dan instansi-instansi lainnya untuk betul-betul menegakkan hukum dengan tegas, termasuk di dalamnya yang berkaitan dengan narkoba,” tutur Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, saat diwawancarai mengatakan, Presiden Jokowi menggarisbawahi pentingnya perubahan mindset. “Kita akan fokus pada pendidiknya karena kuncinya adalah pendidik. Apabila kualitas pendidiknya meningkat maka kualitas kelasnya meningkat dan begitu juga apabila kualitas kepala sekolahnya meningkat maka kualitas sekolahnya meningkat pula,” kata mantan rektor Universitas Paramadian itu

Mendikbud juga mengatakan, birokrasi pendidikan harus berorientasi pada perubahan kondisi pendidikan bukan sekedar menjalankan SOP (Standard Operational Procedure) saja. “Melihat capaian pendidikan dari tahun ke tahun itu tidak banyak perubahan, jadi birokrasi harus diberi target sehingga provinsi, kabupaten/kota dan sekolah-sekolah mempunyai target masing-masing. Kita sedang mengejar perubahan bukan sekedar menjalankan SOP saja,” tuturnya.

Mendikbud Anies menambahkan, presiden Jokowi juga menggarisbawahi mengenai keluarga karena keluarga adalah salah satu pilar bangsa. “Kita akan membantu menyiapkan keluarga menjadi pendidik yang baik,” tuturnya. (Agi Bahari)
Berbagi dengan short link:
Previous
Next Post »
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments

[+] Silahkan tinggalkan komentar
[+] Berkomertarlah dengan santun
[+] Mohon tidak meninggalkan live link
[+] Terima kasih untuk komentar anda

.: infoanda.in :.